Apa Arti CMS

Apa Itu CMS dan Apa CMS Yang Terbaik Untuk Bisnis Anda?

Apabila Anda hendak memesan pembuatan website ke sebuah agensi, seringkali dalam proposal, mereka menyebutkan CMS yang mereka gunakan. Apa itu CMS?

Dalam dunia web development, CMS adalah singkatan dari Content Management System. Dari namanya sudah jelas bahwa ini adalah sebuah sistem yang berfungsi untuk mengelola konten di sebuah website.

Namun arti kata “mengelola” di sini bukan hanya mengelola sebatas create, revise, update, delete.

Gambar di bawah ini bisa menjelaskan posisi CMS di dunia web development.

 

Bagan CMS
Sumber: https://medium.com/elfsight-blog/a-complete-list-of-best-cms-website-builders-of-2019-267d0cf3890a

Dari gambar di atas, ternyata CMS itu perannya cukup sentral, menghubungkan antara konten (di backend) dengan website (yang dilihat pengunjung website), mengatur lalu lintas data, domain, network dll.

Apa jadinya bila sebuah website tidak memiliki CMS?

Anda masih bisa membuat website tanpa CMS, namun tidak disarankan jika website Anda memiliki konten yang diperbarui secara teratur, seperti ecommerce atau toko online.

Anda pasti tahu jika website terdiri dari satu atau lebih halaman-halaman. Jika Anda membangun website ini tanpa CMS, dan Anda ingin mengupdate sebuah item yang kebetulan ada di beberapa halaman, Anda harus membuka satu halaman, mengupdatenya, lalu membuka halaman lain, update, dan seterusnya sampai semua halaman yang memiliki item tersebut terupdate.

Saya pernah menangani satu klien yang membuat sendiri websitenya. Di mata pengunjung, websitenya tampak cantik dan normal.

Namun ketika saya harus memperbarui nomor telepon, yang dipajang di footer atau di sidebar dan tersebar di banyak halaman mulai dari homepage, about us, contact dan halaman-halaman produk, di situlah kepusingan dimulai.

Saya harus membuka halaman homepage.html, mencari bagian footer, mengubah nomor telepon menjadi yang baru, kemudian menyimpan pembaruan. Kemudian saya harus membuka halaman about.html, mencari bagian footer, mengubah nomor telepon menjadi yang baru, kemudian menyimpan pembaruan. Lanjut ke halaman lainnya.

Pusing, ‘kan?

Berbeda jika kita menggunakan CMS. Untuk update nomor telepon yang ada di footer, saya tinggal cari elemen footer, update dan pembaruan tersebut akan langsung teraplikasikan di semua halaman yang memiliki footer.

Hemat waktu, bukan?

Itulah salah satu contoh pentingnya CMS. Memudahkan pekerjaan admin untuk memperbarui konten.

*****

Jaman sekarang, cukup banyak CMS yang tersedia di pasaran. Namun, beberapa agensi lebih senang menawarkan CMS buatan sendiri, dengan berbagai pertimbangan.

Salah satu CMS yang populer adalah WordPress, yang saya gunakan untuk website suzan.web.id ini. WordPress adalah CMS favorit saya karena mudah digunakan, menunjang ecommerce, dan cocok bagi bisnis skala kecil/menengah.

Teman saya sebuah pemilik agensi, sebaliknya, lebih senang membuat CMS sendiri untuk klien-kliennya. Alasannya, WordPress terlalu banyak plugin yang memerlukan update sehingga terkadang merepotkan bagi klien yang non-teknikal. 

Menggunakan CMS yang sudah ada di pasaran seperti WordPress, atau menggunakan CMS buatan sendiri, atau mengikuti trend menggunakan headless CMS, semua itu adalah pilihan, dan tergantung dari seberapa kompleks website yang Anda inginkan. Juga, fitur-fitur apa saja yang Anda inginkan.

Mengapa saya pribadi memilih WordPress?

Bagi saya yang menggunakan WordPress lebih dari sepuluh tahun, perkembangan WordPress cukup mengagumkan. Dari sekedar platform untuk blogging, sekarang memiliki banyak kemampuan untuk para pebisnis.

Dengan WordPress, kita bisa:

  1. Membuat ecommerce website atau toko online dengan plugin Woocommerce
  2. Menerima pembayaran instan atau online payment. Beberapa payment gateway seperti iPaymu dan Xendit sudah menyediakan plugin WordPress.
  3. Menerima pemesanan atau reservasi online. Sangat membantu bagi Anda yang ingin membuat website tour and travel.
  4. Membuat website dengan membership, misalnya untuk forum-forum terbatas
Dan masih banyak lagi kemampuan WordPress lainnya.
 
Tentu saja, seperti saya bilang berulang kali, WordPress cocok bagi bisnis skala kecil/menengah. Jika Anda bermimpi ingin membuat website seperti Traveloka, misalnya, tentu WordPress tidak cukup untuk memenuhi keinginan Anda.
 
Sebenarnya, CMS yang terbaik untuk bisnis Anda tidak bisa langsung ditentukan dengan mudah. Saya merekomendasikan WordPress, namun kita harus tinjau lagi model bisnis Anda, fitur-fitur yang Anda inginkan, dan siapkah tim Anda untuk me-manage website agar tidak terlantar.
 
Sekarang, Anda sudah mengenal CMS secara garis besar, sehingga kelak jika Anda bertemu web developer, Anda bisa bertanya pada mereka: “CMS seperti apa yang akan saya dapatkan?”

Tertarik mendapatkan update dari blog ini secara rutin? Berlangganan yuks! No spam, guaranteed!​