Bikin Website Itu Gampang

Bikin Website Itu Gampang, Tapi....

Anda sudah menyadari pentingnya manfaat website bagi bisnis Anda? Jika masih butuh pencerahan, silakan baca tulisan sebelumnya tentang mengapa Anda memerlukan website untuk bisnis Anda. Setelah memantapkan hati untuk memiliki, mari kita wujudkan dengan: bikin website!

Bikin website itu gampang.

Apalagi di jaman sekarang. Teknologi sudah canggih. Bertebaran alat bantu sehingga dengan kemampuan programming terbatas pun, kita sudah bisa berkreasi menghasilkan satu website yang cantik.

Tools apa saja, akan saya bahas di tulisan selanjutnya, ya!

Kali ini, saya akan menyoroti unsur “tapi” seperti di judul tulisan ini.

Bikin website itu gampang. Suwer. Tapi….

Nah biasanya bagian “tapi” ini dilewati oleh banyak orang, karena mereka sudah terpukau oleh gampangnya bikin website.

Dan, setelah websitenya jadi, bisnis tak kunjung tumbuh berkembang.

Lalu patah hati. Lalu bilang kalau bisnis itu tidak butuh website.

Mangkanya, mari kita telisik. Anggap saja kita sudah punya website, lalu apa yang harus kita lakukan?

Nah, inilah bagian “tapi” itu. Tidak perlu keder. Tidak banyak kok, namun krusial alias penting sangat.

Konten adalah kunci

Satu yang sering dilupakan pebisnis terutama yang baru berkenalan dengan dunia digital: konten.

Dalam hal ini, kita bicara tentang konten website. Alias isi website.

Website kita ibaratkan rumah. Tentu perlu kita isi, ‘kan? Masa’ tamu datang mengunjungi rumah yang kosong melompong? Bisa jadi satu menit doang dia bertamu, setelah itu melipir pergi.

Ingat, web developer atau programmer biasanya tidak berurusan dengan konten. Mereka hanya bertanggung jawab untuk pembangunan atau web development, dan di luar itu seperti masalah konten, harus disediakan oleh pemilik bisnis.

Konten ini macam-macam, bisa berupa gambar, cerita, testimoni, dan bila website Anda berupa toko online, tentu saja produk-produk Anda atau barang yang Anda jual menjadi konten website Anda.

Rajin menyirami website secara teratur

Seperti tanaman, kalau setelah ditanam lalu dibiarkan begitu saja, ya pertumbuhannya akan begitu-begitu saja. Jika mengharapkan hasil yang maksimal, kita wajib merawatnya. Demikian juga dengan website.

Konten awal yang Anda unggah saat pertama kali website hendak live, tidaklah cukup. 

Mesin pencari seperti Google, menyukai website yang diperbarui secara teratur. Bukan website yang mati suri alias tidak pernah diperhatikan oleh pemiliknya.

Bagaimana cara menyirami website? Anda bisa mengunggah konten secara teratur. Bikin blog, seperti blog saya ini, untuk update konten berupa cerita-cerita baru atau tulisan yang menarik seputar bisnis Anda. Itu salah satu contoh saja.

Promosikan website Anda

Sudah punya rumah, tapi tidak woro-woro ke saudara-saudara nan jauh di mato, ya percuma. Tidak akan ada yang bertandang. 

Promosikan website Anda melalui berbagai media.

Mulai dari yang gratisan dulu seperti sosial media. Facebook, Twitter, Instagram, pilih mana yang sesuai dengan karakter produk dan target market Anda.

Blast lewat email atau WhatsApp atau media percakapan lainnya. Kabarkan kalau Anda sudah punya website sekarang, sehingga para pelanggan lama bisa mendapatkan informasi terbaru dengan mudah, dan mereka juga bisa merekomendasikan website Anda kepada teman-teman mereka.

Kalau punya modal lebih, baru pakai iklan berbayar. Seperti Google Ads, Facebook Ads, dan berbagai iklan digital lainnya. 

*****

Setelah melihat ketiga hal di atas, mungkin Anda ciut dan jadi berpikir ulang memiliki website untuk bisnis Anda. 

Sebenarnya tidak perlu khawatir.

Anda bisa menggunakan jasa content writer, atau mempercayakan pemasaran pada digital marketing agency.

Atau, belajar sendiri. Banyak kursus online maupun offline seputar digital marketing. Sumber gratisan pun banyak. Mbah Google akan selalu sedia membantu.

Yang penting adalah niat, dan usaha.

Tertarik mendapatkan update dari blog ini secara rutin? Berlangganan yuks! No spam, guaranteed!​